Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan demokrasi tetap berjalan terbuka di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menilai tudingan pembatasan kebebasan sipil dalam laporan CELIOS mengabaikan fakta kritik terhadap pemerintah masih dapat disampaikan secara terbuka.
"Menuding pemerintah membatasi kebebasan sipil justru mengabaikan fakta bahwa demokrasi di era Prabowo-Gibran tetap berjalan terbuka, di mana kritik konstruktif diterima. Penegakan hukum harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu terhadap pelanggar hukum, jika memang pemerintahan ini otoriter tidak mungkin rilis Celios ini bisa beredar dalam wacana publik kita," ujar Sugiat, Selasa (13/10/2026).
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu juga menilai hasil survei yang disusun kelompok Kabinet Bayangan tidak seharusnya menjadi tolok ukur utama untuk menilai kinerja pemerintahan. Menurutnya, penilaian tersebut mengalihkan perhatian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat.
"Presiden Prabowo tidak dipilih oleh rakyat untuk menyenangkan para pengamat melainkan untuk mengeksekusi perubahan nyata yang berdampak langsung untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
Sugiat turut membantah klaim laporan CELIOS yang menyebut 75 persen responden merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Dia menilai angka tersebut berlebihan dan berpotensi mendramatisasi proses transisi ekonomi.