Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

iNews
Rupiah memang tidak terus merosot setiap hari, tetapi kegagalannya kembali menjauh dari level Rp18.000 menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar berakhir. (Foto Ilustrasi/IMG)

Defisit Aman, tetapi Ruang Bernapas Menyempit

Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara pada semester pertama 2026 sebesar Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara telah mencapai Rp1.656 triliun. Defisit sementara memang baru Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto. Akan tetapi, pemerintah memperkirakan belanja hingga akhir tahun mencapai Rp3.942,4 triliun, lebih besar daripada pendapatan yang diproyeksikan Rp3.208,1 triliun. 

Defisit diperkirakan mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB. Angka 2,85 persen masih berada di bawah batas legal 3 persen. Akan tetapi, keamanan fiskal tidak dapat hanya dinilai dari jaraknya terhadap garis batas undang-undang. Mengendarai kendaraan beberapa sentimeter dari tepi jurang memang belum berarti terjatuh, tetapi ruang untuk mengoreksi kesalahan menjadi sangat sempit.

Defisit sebesar 2,85 persen membuat APBN lebih rentan menghadapi perubahan asumsi. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya subsidi energi, belanja barang impor, proyek dengan komponen valuta asing, serta nilai rupiah pembayaran utang luar negeri. 

Kenaikan imbal hasil surat berharga negara akan menaikkan biaya utang baru. Perlambatan ekonomi dapat menurunkan penerimaan pajak. Guncangan kecil dapat dengan cepat mengubah proyeksi yang semula dianggap aman.

Oleh karena itu, pemerintah tidak cukup mengatakan bahwa defisit masih di bawah 3 persen. Pemerintah harus menjelaskan seberapa kuat APBN bertahan apabila rupiah bergerak ke Rp18.500 atau Rp19.000 per dolar AS, harga minyak meningkat, dan imbal hasil obligasi bertahan tinggi. Uji ketahanan seperti ini seharusnya dibuka kepada DPR dan masyarakat, bukan hanya disimpan sebagai simulasi internal Kementerian Keuangan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya

10 hari lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

24 hari lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal