Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

iNews
Rupiah memang tidak terus merosot setiap hari, tetapi kegagalannya kembali menjauh dari level Rp18.000 menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar berakhir. (Foto Ilustrasi/IMG)

Negara memang membutuhkan keberanian membelanjakan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan. Akan tetapi, keberanian fiskal tanpa disiplin hanya memindahkan tagihan ke masa depan dan menyebarkannya kepada rakyat melalui harga, bunga, serta pajak.

Oleh karena itu, jalan keluar bukan meminta Bank Indonesia bekerja semakin keras mempertahankan rupiah. Jalan keluarnya adalah membuat kebijakan fiskal yang layak dipertahankan. Pemerintah harus memperkecil program yang boros, memperkuat penerimaan secara adil, membuka risiko anggaran secara jujur, dan memastikan setiap utang menghasilkan kemampuan ekonomi untuk membayarnya kembali. 

Jika tidak, rupiah akan terus menjadi alat pembayaran bagi ambisi fiskal, sementara rakyat menjadi pihak yang menerima tagihannya.



Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya

10 hari lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

24 hari lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal