USGS menyebut orang dengan penyakit pernapasan sebelumnya dapat mengalami perburukan gejala setelah terpapar abu vulkanik.
Karena itu, ketika terjadi hujan abu, kelompok rentan sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan sebanyak mungkin.
Bisa. Kulit memang lebih tahan dibandingkan jaringan mata dan saluran pernapasan, tetapi kontak dengan abu dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Selain karakter fisiknya, sifat kimia abu juga dapat berperan. Komposisi abu vulkanik tidak selalu sama. Material yang keluar dari gunung api bergantung pada komposisi magma dan proses yang terjadi selama erupsi.
Karena itu, jangan menganggap semua abu vulkanik memiliki sifat kimia yang identik.