Hal pertama yang perlu diluruskan yaitu abu vulkanik bukan seperti abu kertas atau kayu yang tersisa setelah pembakaran.
Dalam dunia vulkanologi, abu vulkanik merupakan material padat yang terbentuk ketika magma dan batuan mengalami fragmentasi selama erupsi. Pecahan tersebut dapat berukuran sangat kecil dan kemudian terlontar ke atmosfer.
Karena ukurannya kecil, sebagian partikel dapat terbawa angin dalam jarak yang jauh.
Itulah sebabnya orang yang berada puluhan hingga ratusan kilometer dari gunung api masih mungkin menemukan lapisan abu di kendaraan, rumah atau lingkungan sekitarnya jika arah angin mendukung.
Pada erupsi Anak Krakatau kali ini, BMKG bahkan mendeteksi sebaran abu pada lapisan atmosfer hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki.