Yang menjadi perhatian khusus dalam kesehatan paru adalah silika kristalin yang dapat terhirup.
Dalam penelitian mengenai abu vulkanik, kandungan silika kristalin dapat berbeda-beda tergantung karakter gunung api dan material yang terlibat dalam erupsi.
USGS, misalnya, menemukan bahwa sampel abu dari erupsi La Soufrière 2021 mengandung kurang dari 5 persen silika kristalin, tetapi tetap memiliki material yang dapat terhirup berukuran kurang dari 10 mikrometer. Peneliti menyimpulkan bahwa perhatian utama pada erupsi tersebut adalah potensi abu halus meningkatkan partikulat di udara dan dampaknya terhadap sistem pernapasan.
Artinya, tidak tepat mengatakan semua abu vulkanik otomatis menyebabkan silikosis.
Risikonya bergantung pada komposisi abu, konsentrasi paparan, ukuran partikel, dan durasi seseorang terpapar.