Penelitian yang dipublikasikan melalui USGS menunjukkan bahwa abu vulkanik dapat mengandung material yang dapat terhirup berukuran kurang dari 10 mikrometer. Pada ukuran tersebut, partikel sudah cukup kecil untuk menjadi perhatian dalam konteks kesehatan pernapasan.
Sebagai gambaran sederhana, satu mikrometer hanya setara dengan sepersejuta meter.
Artinya, sebagian abu yang terlihat seperti debu tipis di udara dapat berukuran jauh lebih kecil daripada yang bisa kita lihat secara kasatmata.
Karena semakin kecil sebuah partikel, semakin besar kemungkinan partikel tersebut melewati penyaringan alami di saluran pernapasan bagian atas.
Partikel berukuran besar cenderung lebih mudah tertahan di hidung atau tenggorokan. Sementara itu, partikel yang lebih halus dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.