Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Pajak PT TPL Rp2 Triliun, Ini Jejak Sukanto Tanoto dalam Sejarah Perusahaan
Sebagaimana dikutip dari Prospektus Penawaran Umum PT IIU, Sukanto Tanoto tercatat memiliki 27,7 persen saham perusahaan sebelum penawaran umum kepada publik pada 1990. Dalam dokumen yang sama, Sukanto juga tercatat sebagai Presiden Komisaris PT IIU. Prospektus tersebut juga mencatat PT IIU sebagai bagian dari kelompok usaha Raja Garuda Mas (RGM).
RGE (Royal Golden Eagle), kelompok usaha yang didirikan Sukanto Tanoto pada 1973 dengan nama RGM (Raja Garuda Mas), saat ini mengelola sejumlah kelompok usaha berbasis sumber daya alam, termasuk APRIL di sektor pulp dan kertas. RGE menyebut Sukanto Tanoto sebagai pendiri sekaligus Chairman. Dalam perkembangan struktur bisnis tersebut, nama Joseph Oetomo juga tercatat dalam jajaran pimpinan perusahaan yang berada dalam kelompok usaha RGE.
Hubungan Sukanto dengan TPL juga tercatat dalam dokumen pasar modal Hong Kong. Dalam Web Proof Information Pack Sateri Holdings Limited yang disampaikan kepada Hong Kong Stock Exchange (HKEX) pada 2010, TPL disebut berada dalam pengendalian Ultimate Controlling Shareholder yang menguasai sekitar 90,6 persen saham TPL. Dokumen tersebut mendefinisikan Ultimate Controlling Shareholder sebagai Sukanto Tanoto. Dokumen yang sama juga menyebut Pinnacle Company Limited sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh Ultimate Controlling Shareholder.
Struktur pengendali TPL kemudian berubah. Pada 2007, Pinnacle Company Limited menjadi pemegang saham pengendali TPL melalui tender offer. Dalam perkembangan selanjutnya, Pinnacle tetap menjadi pemegang saham mayoritas TPL hingga akhir 2024.
Berdasarkan Laporan Tahunan TPL 2024, Pinnacle Company Pte. Ltd. tercatat memiliki 92,42 persen saham TPL per 31 Desember 2024. Laporan tersebut juga mencatat Eden Hall Ltd. sebagai entitas induk terakhir (ultimate parent entity) Pinnacle. Dalam catatan yang sama disebutkan Joseph Oetomo mengendalikan Eden Hall Ltd., baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selanjutnya, struktur tersebut berubah pada 2025. Dalam laporan keuangan interim TPL per 30 Juni 2025, perseroan menyebut Allied Hill Limited sebagai pengendali baru setelah mengambil alih seluruh saham Pinnacle Company Pte. Ltd. pada 5 Juni 2025 melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia. Dokumen tersebut juga menyebut Allied Hill dimiliki 100 persen oleh Everpro Investments Limited, sementara Joseph Oetomo mengendalikan Everpro Investments Limited, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Editor: Maria Christina