Fakta Baru! Rajin Ngegym Bantu Kurangi Gejala Depresi

Mei Sada Sirait
Ngegym terbukti bisa menurunkan tingkat depresi. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain latihan beban, aktivitas fisik lain yang sesuai dengan kondisi tubuh juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran. Hal terpenting adalah memilih aktivitas yang aman dan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ngegym Bukan Terapi Utama Depresi

Meski berpotensi membantu mengurangi gejala depresi, latihan beban tidak dapat menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis. Hal ini ditegaskan Adam agar masyarakat tidak menganggap olahraga sebagai terapi utama untuk gangguan depresi.

“Yang perlu diingat ini bukan terapi utama ya, tapi tambahan. Bila memang ada kondisi depresi, tetap diperiksakan ke dokter ya,” tegasnya.

Peringatan tersebut penting karena kesedihan biasa tidak selalu sama dengan depresi klinis. Seseorang bisa merasa sedih ketika menghadapi masalah, kehilangan orang terdekat, atau mengalami patah hati. Namun, perasaan sedih saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gangguan depresi.

Sebaliknya, gejala yang menetap dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
21 hari lalu

Diduga Depresi, Pria Ditemukan Tewas di Flyover Kopo Bandung

1 bulan lalu

11 Tahun Sengketa Tanah, Atalarik Syah Akui Sempat Stres dan Depresi

2 bulan lalu

Kemenkes Ungkap 34.961 Anak dan Remaja Terindikasi Depresi, Kenali Gejalanya

3 bulan lalu

Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal