Padahal, keberagaman sumber makanan, termasuk telur dan daging sebagai sumber protein hewani, penting untuk menunjang tumbuh kembang anak.
Tara mengingatkan keluarga agar tidak hanya mempertimbangkan harga dan rasa kenyang ketika membeli makanan. Kandungan nutrisi juga perlu menjadi pertimbangan.
"Kita harus pintar mengatur strategi makanan yang padat gizi. Saat membeli lauk misalnya, perhitungkan apa saja kandungan gizinya? Jangan asal kenyang tapi minim gizi," tandasnya.
Menurutnya, makanan sederhana tetap bisa menjadi menu bergizi apabila dikombinasikan dengan tepat. Bahkan, membeli makanan dari warung makan tidak otomatis membuat pola makan menjadi tidak sehat.
"Beli makanan di warteg pun bisa kok mendapatkan gizi yang baik," ucapnya.
Begitu pula dengan makanan olahan yang praktis. Tara mengatakan masyarakat tidak perlu merasa bersalah apabila sesekali mengonsumsi makanan tersebut. Yang terpenting adalah menyeimbangkannya dengan bahan makanan lain.