Masa Depan Demokrasi di Tengah Transisi Kekuasaan

Muh Jusrianto
Muh Jusrianto, Sekretaris Jenderal PB HMI dan Mahasiswa S3 HI Unpad.

Tidak dapat dipungkiri jika pascareformasi 1998, agenda reformasi TNI yang telah dicita-citakan telah membawa perubahan substansial di dalam tubuh TNI maupun hubungan kemasyarakatan. 

Secara internal ini tercermin dari penghapusan Dwi Fungsi ABRI hingga penghapusan fraksi ABRI di parlemen. Sementara untuk relasi sosial kemasyarakatan tidak terjadi lagi pengekangan seperti di masa lampau.

Ketentuan agar militer dapat berbisnis dan reposisi militer di jabatan sipil merupakan langkah yang harus ditentang. Ketentuan ini bukan saja mereduksi demokrasi, namun dapat mengundang persoalan di masa mendatang. 

Melihat pada sejarah, menurut Nugroho Pratomo (1999) keterlibatan ABRI di masa lampau dalam urusan ekonomi memiliki andil bagi terciptanya krisis ekonomi.

Melegitimasi militer terlibat ke dalam urusan bisnis dan ekonomi sangatlah rentan menciptakan konflik kepentingan yang akhirnya bisa mencederai prinsip persaingan sehat. Seseorang yang bertindak sebagai aktor bisnis sekaligus regulator tidak akan membawa dampak positif bagi perkembangan bisnis karena besarnya campur tangan dan kepentingan politis di baliknya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
42 menit lalu

Viral Video Budi Arie Singgung Pemilu Dipercepat, Projo Beri Klarifikasi hingga Pendukung Prabowo Kecam Keras

4 jam lalu

Viral Budi Arie Ungkap Insting Politik Bisa Lebih Cepat dari 2029 di Samping Jokowi

15 jam lalu

Pengacara Jokowi Tantang Roy Suryo Masuk Sidang Pokok Perkara: Kalau Yakin Ijazah Palsu, Ayo!

18 jam lalu

Ade Armando Kritik Sayembara Ijazah Gibran: Upaya Hajar Keluarga Jokowi demi 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal