Masa Depan Demokrasi di Tengah Transisi Kekuasaan

Muh Jusrianto
Muh Jusrianto, Sekretaris Jenderal PB HMI dan Mahasiswa S3 HI Unpad.

Sistem ini cenderung menyembunyikan rancangan otoriter dalam kerangka hukum yang sah. Sebabnya dinasti politik yang berproses dalam kerangka legalisme autokratis potensial menimbulkan ketidakadilan serta merugikan sistem politik yang demokratis.

Dalam konteks ini menarik untuk mencermati studi Dan Cao dan Roger Lagunoff (2023) yang menjelaskan meskipun sistem seperti itu memiliki manfaat besar bagi elite yang korup, namun ada juga kerugian ekonomi yang besar. 

Pasalnya ratai redistribusi tak efisien dan akhirnya menyebabkan salah alokasi sumber daya. Pada akhirnya praktik yang demikian melahirkan ketimpangan kepemilikan sumber daya.

Meski tidak semua dinasti yang berlaga pada gelanggang elektoral berakhir dengan kemenangan, namun kondisi ini bukan sesuatu yang layak diwajarkan! Penolakan terhadap dinasti politik merupakan keharusan dalam rangka menyelamatkan politik demokratis dari cengkeraman dinasti dan oligarki. 

Jika persoalan ini dinormalisasi maka akan meningkatkan kemungkinan pemimpin yang biasa-biasa saja akan naik ke tampuk kekuasaan.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Wapres, Bahas 2 Hal Ini

Nasional
6 hari lalu

GKSR soal Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Bukan Milik Partai Besar Saja

Nasional
6 hari lalu

Bertemu SBY hingga Jokowi, Prabowo Bahas Perang Iran dan Board of Peace

Nasional
7 hari lalu

Jokowi, Megawati hingga SBY Diundang Prabowo ke Istana Malam Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal