JAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal (Dirjen) ImigrasiHendarsam Marantoko memiliki ambisi besar untuk memperkuat dan memperbesar peran institusi yang dipimpinnya. Menurut dia, Imigrasi tidak seharusnya hanya dikenal sebagai lembaga yang mengurus paspor dan visa, tetapi harus menjadi institusi strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia.
Hendarsam menilai persepsi masyarakat terhadap Imigrasi selama ini masih banyak berkutat pada fungsi pelayanan. Padahal, kewenangan Imigrasi jauh lebih luas, mulai dari keamanan, penegakan hukum, hingga menjadi fasilitator pembangunan.
"Orang mungkin melihatnya ini cuma ngurusin paspor sama visa, pelayanan saja, karena itu yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ternyata tidak seperti itu. Sangat-sangat lebih dalam dan lebih strategis daripada itu," kata Hendarsam saat menjadi narasumber dalam Podcast Deep Talk bersama Jurnalis iNews Yudi Handoyo, yang tayang di YouTube Official iNews.
Menurut Hendarsam, Imigrasi setidaknya memiliki empat fungsi utama, yakni keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, dan fasilitator pembangunan. Karena itu, dia menganalogikan Imigrasi dengan kepolisian yang sama-sama memiliki fungsi pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum, tetapi memiliki objek pengawasan berbeda.
"Saya bisa katakan gini, gampangnya itu, Imigrasi itu sama seperti polisi. Cuma polisi ngurusin lebih kepada WNI, kita ngurusin WNA," ujarnya.