China Bangun Kamp-Kamp Rahasia untuk 'Mendidik' Muslim Uighur

Nathania Riris Michico
Bendera Cina berkibar di atas sebuah masjid yang ditutup di Kota Kashgar, Xinjiang.

"Tiada yang tersisa di luar," ujarnya.

Abdusalam Muhemet (41) juga menetap di Turki. Dia pernah ditahan polisi di Xinjiang pada 2014 karena mendaraskan ayat Quran dalam sebuah acara pemakaman.

Abdusalam Muhemet. (Foto: doc. pribadi)

Pihak kepolisian belakangan memutuskan untuk tidak mengajukan dakwaan, kata Abdusalam, tapi dirinya tidak bisa dikatakan bebas.

"Mereka mengatakan saya perlu dididik," ucapnya.

Namun, fasilitas tempatnya dididik sama sekali tidak mirip sekolah. Melalui foto satelit, bisa terlihat menara penjaga dan pagar ganda di sekeliling Pusat Pelatihan Pendidikan Hukum Han'airike.

Jika diperhatikan dengan saksama bayangan pada foto itu, bisa ditemukan deretan kawat berduri. Di dalam kamp tersebut, Abdusalam mengaku menjalani latihan fisik sekaligus perundungan dan pencucian otak.

Sementara itu, Ali (bukan nama sebenarnya), adalah salah seorang yang takut berbicara secara terbuka. Pada 2015, pria berusia 25 tahun itu dimasukkan ke dalam kamp setelah polisi menemukan foto perempuan memakai niqab pada ponselnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
8 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
9 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Internasional
11 hari lalu

Kisah Haru 7 Anjing di China Kabur dari Pencuri, Pulang Bersama ke Pemiliknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal