China Bangun Kamp-Kamp Rahasia untuk 'Mendidik' Muslim Uighur

Nathania Riris Michico
Bendera Cina berkibar di atas sebuah masjid yang ditutup di Kota Kashgar, Xinjiang.

Ablet ditahan selama sebulan pada akhir 2015. Dalam berbagai konteks, dia termasuk yang beruntung.

Pada awal kamp penahanan didirikan, masa "kursus" pendidikan ulang tampaknya lebih pendek. Sebab selama dua tahun terakhir ada sejumlah laporan bahwa tidak ada seorang pun yang dibebaskan dari kamp-kamp tersebut.

Ablet juga bisa dikatakan beruntung karena dia merupakan rombongan warga Uighur yang bisa meninggalkan China. Saat ini, warga Uighur sulit hijrah karena ada penarikan paspor secara besar-besaran.

Ablet memilih mengungsi ke Turki, negara yang memiliki diaspora Uighur cukup besar karena ada keterkaitan budaya dan bahasa.

Dia menceritakan bahwa ayahnya yang berusia 74 tahun dan delapan saudara kandungnya masih ditahan di kamp.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
6 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
6 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Internasional
8 hari lalu

Kisah Haru 7 Anjing di China Kabur dari Pencuri, Pulang Bersama ke Pemiliknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal